Senin, Oktober 22, 2007

Semoga hanya sekali saja


Pertama dalam hidup, aku harus mengikuti kemeriahan Hari Iedul Fitri dari jendela rumah sakit. Sesuatu yang jelas tidak kami harapkan, tapi apa mau dikata, sakit Andra tak tertahankan, dipaksa untuk dirawat di rumahpun, tidak mungkin. Terpaksa mesti dibawa ke RS.

Typhoid Fever, begitu nama sakitnya, indah terdengar tak enak dirasakan, atau bahasa sederhananya, demam tifus. Ini kedua kalinya Andra dihantam sakit akibat Tifus.

Andra diperbolehkan pulang, setelah 3 hari dirawat. Sekitar jam 10-an, siang hari pas hari raya ied (13 Okt 2007).

Alhamdullillah, saat ini kondisi Andra sudah seperti sediakala, berat badannya pun mulai merangkak naik lagi. "Jam siaran" Andra pun sudah kembali normal. Maklum, Andra tipikal anak, yang tidak bisa diam, selalu aktif bergerak.

Tetap jaga kesehatan, sebab, berapa banyakpun uang yang kamu punya, kalau tidak sehat, juga tidak punya arti apa-apa.

Have a happy day !

Salam,
Widdi

Selasa, Oktober 09, 2007

Efek Domino


Andra sakit. Badannya panas, ada batuknya juga. Diagnosa dokter, Andra terserang Radang Tenggorokan, ini kejadian kemarin.

Aku & Istriku ndak ngantor. Kemungkinan hari ini juga cuma setengah hari ngantornya. Kasihan tinggal Andra dirumah.

Walaupun dia tidak minta untuk ditungguin, sebagai kedua orang tuanya, sampai kantorpun, konsentrasi tidak bisa full ke kerjaan. Ada percik pikiran, masih tertinggal dirumah.

Benar kiranya kata orang bijak, "anak adalah permata dalam keluarga, akan dirawat, disayang, serta dijaga".

Walaupun kejadian Andra sakit, bukan hanya saat ini saja, namun rasanya tetap, ada beban pikiran. Kerja kurang fokus, mau cepat pulang ke rumah saja.

Apalagi waktu Andra umur 3 - 4 bulan, harus di-opname di RS, begitu juga saat umurnya 8 bulan, kembali harus masuk perawatan di RS. Tangannya harus dimasukkan paksa jarum infus, sedih lihatnya.

Perasaan ndak karuan ini, juga pernah terjadi pada September - Oktober tahun lalu, saat my love harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedunya.

Nah, untuk teman-teman, jaga selalu kondisi badan supaya tetap fit. Sehingga aktifitas mengejar impian, tidak terganggu.

Salam,
Widdi

Jumat, Oktober 05, 2007

Hari Cerah


Senang rasanya bisa kembali menjalin komunikasi dengan teman-teman satu sekolahan dulu.

Nina, Chimoy, Rully, Priyo, Kiky, dan yang laen.

Senang juga bisa tahu, teman-temanku, punya aktifitas yang cemerlang dibidangnya masing-masing. Makin smart, energik, punya totalitas, etos kerja tinggi, ampe ada yang bela-belain nginep di kantor, cuma untuk nyelesain kerjaan. Luar biasa.

Kualitas dibangun dari keinginan untuk terus belajar, tidak cepat puas, tidak juga menjadi jumawa, tetap humble, serta bisa membimbing junior-nya di kantor. Hingga bisa menjelma menjadi kekuatan tim yang powerfull.

Akupun terbiasa kerja dalam tim, karena aku percaya, "setiap orang dilahirkan, dengan potensi yang berbeda-beda". Dan kita tidaklah mungkin, menyelesaikan semua jenis pekerjaan sendiri. Karena kepala kita cuma satu, tangan cuma dua, kaki cuma dua.

Aku percaya, teman-temanku punya masa depan cemerlang. Selama kaki masih nyentuh tanah, badan sehat, apapun bisa kita lakukan.

Bravo Teman, tetap semangat.

Salam,
Widdi

Kamis, Oktober 04, 2007

Menghargai Hidup


Menurut penanggalan tahun Masehi, hari ini, 4 Oktober 2007, usiaku berkurang satu tahun. Sudah 27 tahun, aku hidup, tapi merasa belum banyak hal positif yang bisa aku berikan, untuk diriku, keluargaku, teman-teman, lingkungan, dan lainnya.

Tidak biasa juga, aku menuliskan hal ini. Sebab aku juga tidak pernah membuat catatan-catatan kegiatan keseharianku.

Namun frame berpikir itu kini berubah. Dulu aku masih sendiri, saat ini keadaan sudah jauh berbeda. Hari ini, aku Ayah dari seorang anak, dan Suami dari seorang istri. Pola kewajibannya pun sudah berbeda. Ada beban yang harus aku pikul.

Yang utama, jelas, bagaimana bisa membesarkan anakku secara layak, tumbuh dalam nilai-nilai kehidupan yang baik. Karena perbaikan kualitas hidup secara global, dimulai dari rumah.

Blog ini juga aku dedikasikan untuk keluargaku. Dan jika Andra besar nanti, punya kesempatan untuk menelusuri jejak rekam memori seorang ayah untuk anaknya. Tidak ada yang lain. Tidak kurang, juga tidak lebih.

My love, istriku, akupun mohon dibukakan pintu maafmu, jika pada masa yang lalu, aku pernah berkata keras kepadamu, doakan aku, untuk bisa menjadi pemandu keluarga yang baik.

Untuk Dyandra, jika suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini. Ketahuilah, ayah dan ibumu telah dan akan terus berusaha keras, menjagamu, mendidikmu dengan nilai hidup yang baik, berusaha menjauhkanmu dari bahaya, dan yang pasti kami berdua, menyayangimu dengan tulus. Dan berusahalah menjadi orang yang baik, untuk menuju kualitas hidup yang baik pula.

Salam,
Widdi

Belajar Tertib


"Tertib" menurut Andra ialah tidak boleh menggunakan properti milik orang lain, selain pemilik sah properti tersebut.

Mengenai hal ini, semua orang dilingkar terdekat Andra sudah paham. Dan ketentuan ini juga berlaku untuk Andra sendiri.

Kalau perihal ini dilanggar, Andra pasti ngambek.

Contoh konkret : Ayah atau Ibunya tidak boleh saling bertukar sendal, Ayahnya tidak boleh menggunakan kendaraan milik Mbah Kakung-nya Andra, begitu juga sebaliknya. Tapi, Andra sendiri juga tidak bakal mau, dipakaikan properti milik orang lain. Entah itu celana, sendal, sepatu, dan banyak contoh lainnya.

Kebiasaan ini terus berlangsung hingga hari ini. Tidak ada yang mengajarkan, pemahaman yang datang dengan sendirinya saja.

Alangkah tertibnya, kebiasaan ini. Pesannya adalah "setiap orang dilarang keras melanggar hak milik orang lain".

Hal yang sebaliknya, malah terjadi dilingkungan yang lebih besar, orang yang dirampas tanahnya, digusur hak pencaharian hidupnya, padahal perilaku "tertib" sudah ada didalam diri setiap orang, sejak ia terlahir ke dunia.

Salam,
Widdi