Jumat, Januari 18, 2008

Tahun Baru, Semangat Baru


Sore Kawan,

Selamat tahun baru 2008, mungkin terlambat, tapi tak apalah daripada tidak sama sekali. Maklum karena liburnya terlalu banyak, akibatnya beban pekerjaan jadi lebih berat.

Banyak PR yang mesti diselesaikan dulu. Jadi yah…. Waktu buat cuap-cuap diblog makin terpotong.

Pasti sudah ada pengharapan, estimasi, kalkulasi, rencana, untuk dientaskan di tahun baru ini. Yang penting ada target positif, yang bisa dicapai.

Buat Indonesia-ku, entah mengapa aku merasa engkau makin kacau, makin ditinggalkan”pendukungnya”, politisasi di kanan kiri, umbar janji atas bawah, wah…cape deh…..

Indonesia-ku, negeri tempe yang ditinggal pergi sama tempe-nya. Gila…..

Sorry kawan, bukan bermaksud untuk menciutkan nyali. Tapi inilah fakta kontemporer yang ada. Kadangkali bicara kebenaran bikin pening.

Jadi kawan, di tahun ini, berusahalah lebih keras, menyimak lebih jernih.

Salam,
Widdi

Kamis, Desember 06, 2007

Gak Nyangka Deh.....

Pagi ini Andra bangun seperti biasa. Sekitar jam 05.30. Yang membedakan dengan hari lainnya, pagi ini Andra tiba-tiba bangun dengan segera, trus jalan terbirit-birit ke arah kamar mandi. Mencoba membuka pintunya, namun tak bisa.

Aku dan istriku otomatis bertukar pandangan, wah....kenapa nih Andra.

My love langsung bangkit menuju kamar mandi, "Andra mau ngapain ?"
"Andra mau pipis bu", sahutnya. Ooohhh, kok mesti lari ? "Udah kebelet bu," Kontan Aku & My Love tersenyum.

Pintu kamar mandi lalu dibuka, langsung Andra ambil posisi jongkok, tanpa dikomando lagi.

Sepertinya Andra berusaha mandiri, untuk urusan satu ini.

Yang biasa terjadi, setelah bangun, Ibunya lah yang memulai bertanya, "Andra mau pipis ndak" ?

Satu momen penting dihari ini yang pantas untuk diabadikan. Oleh karenanya aku menuliskannya.

Menangkan hari ini, Kawan !!!

Salam,
Widdi

Senin, Desember 03, 2007

Berhentilah Mengeluh Kawan !


Disuatu waktu beberapa tahun lalu, aku punya teman, yang sayangnya punya reputasi sebagai “Si Tukang Ngeluh”. Tak ada waktu barang sedetikpun, yang tidak dia lewatkan untuk mengeluh. Boleh percaya atau tidak, terserah para Blogger sendiri, yang pasti mahluk type begini, ada dan masih ada hingga sekarang. Walaupun aku sudah tidak punya keinginan untuk menjalin komunikasi lagi dengannya.

Bukan apa, saking akutnya level ngeluhnya dia, aku dan temen-teman lainnya sepakat untuk memberikan julukan kehormatan kepadanya sebagai “Ngeluh Man”. Pada awalnya, kami (aku & teman-teman), menghormati dia, karena dari segi umur, ini orang paling tua. Namun dalam perjalanannya, banyak temanku yang menghindar jika harus bertemu dengan dia. Usut punya usut, ternyata, apa yang aku rasakan dan teman-teman persis sama, “jika bertemu dengan dia, bukanlah motivasi yang didapat, melainkan hanya racun”. Wow.....racun ??? Ya, orang yang memiliki type seperti “Ngeluh man” ini, “membunuh semangat teman-teman, bagaimana tidak, hampir setiap subyek aktivitas dia keluhkan. Inikan namanya “membunuh” toh ? Alias tidak melewati saluran aspirasi yang normal, jika dalam rapat, subyek yang dia keluhkan selama ini, tidak pernah diungkapkan atau paling tidak disinggung. Padahal dalam rapat, hampir semua orang yang berkepentingan dan punya kuasa, dalam perusahaan hadir.

Tapi ia malah memilih jalur tak resmi, setelah rapat selesai, baru ia ngoceh gak karuan. Aku berpikir, “wah ini sih pengecut namanya”.

Dalam kesempatan lainnya, waktu itu, aku diberikan delegesi wewenang untuk memimpin beberapa teman, dalam sebuah project. Aku bertanya, “siapa saja yang ada dalam timku ?”, setelah nama-nama timku disebutkan, ada tertera nama “Ngeluh man” ini, kontan aku menolak, “aku tidak mau ia dalam timku, karena dia bakal merusak dan membunuh semangat teman lainnya, lebih baik aku diberi satu anak baru, yang lulus kemarin, tanpa pengalaman, asal jangan diberi “Ngeluh Man”.

Setelah beberapa tahun ini lewat, aku terus terang tidak tahu nasib “Ngeluh Man”, namun dalam hati aku berdoa, semoga dia merubah sikapnya, agar teman-teman dia, tidak satu persatu meninggalkannya.

Rabu, November 21, 2007

Aya...aya....wae


Mungkin maksudnya "ada ada aja", kata yang menggambarkan tingkah laku konyol atau mungkin terkesan bodoh.


Akhir-akhir ini aku sering sekali mendengar orang mengucapkan kata ini. "Ah, aya aya wae". Boleh jadi yang mengucapkan bukanlah orang Sunda, sebagai pihak yang meng-klaim pemilik sah kata ini.

Kata-kata yang sederhana, namun bisa jadi melukiskan keputusasaan, karena menyaksikan level kebodohannya sudah lebih dari akut.

Apalagi jika dikaitkan dengan lingkup pergaulan keseharian, tayangan sinetron yang kurang bermutu, perilaku pemangku jabatan publik yang aneh-aneh, kebijakan publik yang dibuat ugal-ugalan, dan contoh lainnya.

Bisa jadi, kata "aya aya wae" makin menemukan bentuk dan mengkristal menjadi satu kalimat utuh, yang tersimpan didalam benak setiap orang, kala mereka menyaksikan kekonyolan, kebodohan, gaya ugal-ugalan.

Ah dasar, aya aya wae.

Salam,
Widdi


Senin, Oktober 22, 2007

Semoga hanya sekali saja


Pertama dalam hidup, aku harus mengikuti kemeriahan Hari Iedul Fitri dari jendela rumah sakit. Sesuatu yang jelas tidak kami harapkan, tapi apa mau dikata, sakit Andra tak tertahankan, dipaksa untuk dirawat di rumahpun, tidak mungkin. Terpaksa mesti dibawa ke RS.

Typhoid Fever, begitu nama sakitnya, indah terdengar tak enak dirasakan, atau bahasa sederhananya, demam tifus. Ini kedua kalinya Andra dihantam sakit akibat Tifus.

Andra diperbolehkan pulang, setelah 3 hari dirawat. Sekitar jam 10-an, siang hari pas hari raya ied (13 Okt 2007).

Alhamdullillah, saat ini kondisi Andra sudah seperti sediakala, berat badannya pun mulai merangkak naik lagi. "Jam siaran" Andra pun sudah kembali normal. Maklum, Andra tipikal anak, yang tidak bisa diam, selalu aktif bergerak.

Tetap jaga kesehatan, sebab, berapa banyakpun uang yang kamu punya, kalau tidak sehat, juga tidak punya arti apa-apa.

Have a happy day !

Salam,
Widdi